"Saya akan tetap menyelesaikan naskah film ini. Itu kan amanah dari produser saya untuk menyelesaikan pekerjaan saya," kata Dika, Jumat (9-10).
Ia menilai protes tersebut terlalu prematur. Menurut Dika, para pemrotes tersebut terlalu dini untuk memberikan nilai negatif pada film Menculik Miyabi. Padahal hingga saat ini naskah film itu masih dalam proses penyelesaian. "Masih ada perubahan ini itu di naskahnya," kata Dika.
Dika mengaku saat ini dirinya dan pihak Maxima Picture masih terus membahas naskah film Menculik Miyabi. Ia pun menekankan dalam naskah garapannya itu tidak akan menampilkan adegan-adegan vulgar. Miyabi tidak akan beraksi seperti film-film porno yang dibintanginya.
Dika menganggap protes terhadap Miyabi sebagai sesuatu yang wajar. "Setiap orang bebas kok berpendapat," ujarnya.
Meskipun demikian, Oldy Mulya, sang produser, akan mempertimbangkan kedatangan Miyabi pada 15 Oktober mendatang. "Lihat kondisi lah dan itu fleksibel. Mungkin syutingnya bisa di Jepang, bisa di sini. Saya sih maunya di sini, di negeri sendiri," kata Oldy.
Jika tidak memungkinkan syuting di Indonesia, ujarnya, saat premiere filmnya juga tidak masalah.
Sementara itu, 200 massa FPI berbaju putih dan berserban menyerbu kantor rumah produksi Maxima Pictures yang membuat film Menculik Miyabi, terletak di Ruko 73 Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta Pusat, kemarin (9-10), pukul 13.50.
Mereka memprotes bahkan siap mati demi menolak kedatangan bintang porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi ke Indonesia. "Allahu Akbar! Kami siap mati untuk siapapun yang mem-backingi untuk mendatangkan Miyabi. Negara ini sudah hancur, banyak azab. Jangan tambah azab lagi!" demikian teriakkan massa FPI.
Kantor Maxima Pictures dijaga 10 pemuda berbadan tegap. Tak hanya itu, sekitar 70 personel Samapta Polres Jakarta Pusat turut mengamankan lokasi tersebut
Menculik Miyabi Jalan Terus
FILM Menculik Miyabi garapan Raditya Dika menuai protes dari beberapa pihak. Bahkan protes yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Front Pembela Islam (FPI) tidak membuat Raditya Dika gentar. Penulis Kambing Jantan itu pun segera menyelesaikan naskah film itu.
0 comments to the post