0
    updown

    Jalan – jalan ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

    Posted almost 2 years ago

    LOGO KABUPATEN

    Jalan – jalan ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

    Bentuk Perisai
    Artinya ketahanan terhadap rongrongan dan serangan musuh

    • Padi dan Kapas
      menggambarkan kesuburan daerah,jumlah bulir padi 17 dan 8 kapas mencerminkan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
    • Gunungan Garam berwarna Putih
      menggambarkan ciri khas produk daerah
    • Bunga Melati
      melambangkan wanita Indonesia dan ibu RA Kartini
    • Bintang Berwarna Kuning bersudut Lima
      melambangkan ketaatan beragama dan keagungan Tuhan
    • Langit berwarna Biru
      menggambarkan ketenangan,kedamaian dan kerukunan seluruh masyarakat
    • Pepohonan berwana Hijau
      melambangkan adanya wilayah hutan jati
    • Kapal Layar
      melambangkan jiwa bahari sebagian masyarakat Rembang sebagai warisan leluhur
    • Sangkar berbentuk Lingkaran Putih
      nunjukan teriknya matahari dan indahnya bulan purnama yang menunjukan betapa tabah dan beraninya nelayan – nelayan dengan tanpa kenal bahaya berjuang siang dan malam mengarungi samudra.
    • Laut berwarna Hitam Pekat
      melambangkan jiwa yang terang
    • Dua Garis Putih membelah Laut
      mencerminkan dahsyatnya gelombang laut tiada putus – putusnya.

    Secara administratif Pemerintah Kabupaten Rembang terdiri dari 14 kecamatan, 287 desa dan 7 kelurahan

    No.
    Kecamatan
    Jumlah
    Desa/Kelurahan
    Karakteristik Pegunungan
    Pantai
    1. Rembang 27/7

    9/7 2. Kaliori 23

    7
    3. Sulang
    21

    – 4. Sumber 18 – – 5. Bulu 16 – – 6. Lasem 20 4 5 7. Pancur 23 5 – 8. Sluke 14 6 8 9. Kragan 27 4 12 10. Sarang 23 – 7 11. Sedan 21 5 – 12. Pamotan 23 – – 13. Gunem 13 6 – 14. Sale 15 4 – JUMLAH
    294
    34 51

    KONDISI GEOGRAFIS

    Kabupaten Rembang terletak di ujung timur laut Propinsi Jawa Tengah dan dilalui jalan Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura), terletak pada garis koordinat 111000′ – 111030′ Bujur Timur dan 6030′ – 706′ Lintang Selatan. Laut Jawa terletak disebelah utaranya, secara umum kondisi tanahnya berdataran rendah dengan ketinggian wilayah maksimum kurang lebih 70 meter di atas permukaan air laut. Adapun batas- batasnya antara lain:

    • Sebelah Utara : Laut Jawa
    • Sebelah Timur : Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur
    • Sebelah Selatan : Kabupaten Blora
    • Sebelah Barat : Kabupaten Pati

    Secara administratif Kabupaten Rembang memiliki 14 kecamatan, 287 desa, 7 kelurahan serta memiliki luas wilayah meliputi 101.408 ha. Nama dan luas wilayah untuk masing-masing kecamatan adalah seperti terlihat pada tabel berikut.

    No.
    Nama Kecamatan Luas Wilayah (ha)
    1. Sumber 7.673 2. Bulu 10.240 3. Gunem 8.020 4. Sale 10.712 5. Sarang 9.133 6. Sedan 7.946 7. Pamotan 8.156 8. Sulang 8.525 9. Kaliori 6.150 10. Rembang 5.881 11. Pancur 4.864 12. Kragan 6.166 13. Sluke 3.759 14. Lasem 4.504 Jumlah 101.747

    Sumber: Rembang dalam Angka, 2004

    a. Topografi
    Sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang (46,39%) berada pada ketinggian 25-100 meter dari permukaan air laut. Sebesar 30,42 % berada pada ketinggian 100-500 meter dan sisanya berada pada ketinggian 0-25 m dan 500-1000 m.
    Dengan kondisi topografi datar sampai dengan pegunungan dan berbukit-bukit. Kelerangan yang terdapat di Kabupaten Rembang terdiri dari kelerengan 0-2 % seluas 45.205 Ha (46,58%), kelerengan 2-15% seluas 33.233 Ha (43,18%), kelerengan 15-40 % seluas 13.980 Ha (14,38 %), dan sisanya 4,86% merupakan kelerengan >40%.

    b. Jenis tanah
    Secara umum dapat dikatakan bahwa wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah pertanian yang cukup berpotensi, kecuali di daerah pegunungan di sebelah timur yang termasuk pegunungan tandus. Jenis tanah yang ada ermasuk jenis tanah aluvial meliputi sekitar 10% dari wilayah kabupaten, jenis tanah regosol meliputi area seluas 5%, jenis tanah andosol meliputi area seluas 8%, tanah grumosol sebesar 32%, dan tanah mediteran merah kuning seluas 5 % dari seluruh wilayah kabupaten.

    c. Klimatologi
    Wilayah Kabupaten Rembang merupakan dataran rendah di bagian Utara Pulau Jawa, maka wilayah tersebut memiliki jenis iklim tropis dengan suhu maksimum 33 º C dan suhu rata-rata 23 º C. Dengan bulan basah 4 sampai 5 bulan, sedangkan selebihnya termasuk kategori bulan sedang sampai kering. Terdapat hujan selama 1 tahun yang tidak menentu, sehingga implikasinya sering terjadi kekeringan di wilayah Kabupaten Rembang.
    Berdasarkan hal tersebut, maka upaya-upaya untuk melakukan konservasi sumber daya air dan pengembangan embung-embung kecil untuk menahan air hujan sangat diperlukan. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan sumber daya air terutama pada musim kemarau baik untuk kebutuhan pengairan sawah maupun untuk kebutuhan lainnya.

    d. Hidrologi
    Kabupaten Rembang memiliki curah hujan yang rendah dan memiliki sumber air berupa air permukaan dan air tanah. Sumber air permukaan berupa sungai, bendungan dan air laut. Sungai yang melewati wilayah Kabupaten embang antara lain Sungai Randugunting, Babagan, Karanggeneng, Kening, Telas, Kalipang, Sudo dan Sungai Patiyan. Di Kabupaten Rembang terdapat 21 bendungan dan 25 daerah irigasi, tetapi tidak sepanjang tahun dialiri air.
    Wilayah pantai meliputi sepanjang 7 km.
    Jumlah sumur sebagai sumber air bersih penduduk ialah sebagai berikut :

    Tabel Jumlah Sumur di Kabupaten Rembang Tahun 2003

    No.
    Kecamatan Jumlah Sumur
    1. Sumber 341 2. Bulu 191 3. Gunem 261 4. Sale 1.125 5. Sarang 648 6. Sedan 149 7. Pamotan 907 8. Sulang 577 9. Kaliori 790 10. Rembang 3.987 11. Pancur 299 12. Kragan 1.290 13. Sale 283 14. Lasem 919

    Sumber: Rembang Dalam Angka, 2003

    e. Kondisi Geologi
    Kabupaten Rembang yang berbatasan dengan laut Jawa bagian Utara dan pegunungan bagian timur, yang mana memiliki beberapa macam kondisi geologi.
    Dari beberapa macam kondisi geologi tersebut, mempunyai kandungan mineral yang kaya akan unsur-unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
    Kandungan yang terbesar adalah jenis Alluvium yang meliputi luas 45.470.783 ha atau 44,84 % dari luas wilayah Kabupaten Rembang, kemudian potensi lain adalah miosen fasies sedimen yaitu seluas 32.125.000 ha atau 31,68 %. Sedangkan bahan galian golongan C yang ada berupa: andesit (Sedan, Pancur, Kragan, Sluke, dan Lasem), pasir kuarsa (Bulu, Gunem, Sale, Sarang, Sedan, dan Sluke), kapur (Sumber,
    Bulu, Gunem, Sale, Sarang, dan Sedan), trass (Pancur, Kragan, dan Sluke), phospat (Gunem, Sale, dan Pamotan), ball clay (Bulu, Gunem, Sarang, dan Sedan), batu bara (Gunem dan Sale), serta gibsum (Gunem, Sarang, Sedan, dan Lasem).

    f. Bahan Tambang
    Jenis bahan galian golongan C yang ada di Kabupaten Rembang meliputi:

    Tabel Potensi Bahan Galian Golongan C

    Jenis Bahan Galian
    Gol.
    Terdapat di Kecamatan
    Andesit C Sedan,Pancur,Kragan,Sluke dan Lasem Pasir Kuarsa C Bulu,Gunem,Sale,Sarang,Sedan dan Sluke Kapur C Sumber,Bulu,Gunem,Sale,Sarang dan Sedan Trass C Pancur,Kragan dan Sluke Phospat C Gunem,Sale dan Pamotan Ball clay C Bulu,Gunem,Sarang dan Sedan Gipsum C Gunem,Sarang,Sedan dan Lasem Tanah Liat C Sluke,Sedan,Kragan,Lasem,Bulu,Sale dan Sarang Batu Bara A Gunem dan Sale

    Sumber: Distamben dan LH Kabupaten Rembang, 2005

    g. Kawasan Potensi Rawan Bencana
    Kawasan yang diidentifikasikan sebagai kawasan rawan bencana adalah kawasan yang sering dan berpotensi mengalami bencana alam. Kawasan rawan
    bencana di Kabupaten Rembang adalah (RTRW Kabupaten Rembang 2005-2014):

    1. Kawasan rawan bencana tanah longsor
      Lokasi : Kecamatan Sedan, Sluke, Sarang, Pancur, Gunem, Sale, Bulu, Pamotan dan Kragan.
    2. Kawasan rawan bencana abrasi
      Lokasi : Sluke, Kragan dan Sarang.
    3. Kawasan rawan bencana kekeringan
      Lokasi : di sepanjang jalur pantura.
    4. Kawasan rawan intrusi air laut
      Lokasi: Kecamatan Kaliori, Rembang, Lasem, Skuke, Kragan dan Sarang.
    5. Kawasan rawan banjir
      Lokasi: Kecamatan Kaliori, Pamotan, Gunem.

    h. Pemanfaatan Lahan
    Penggunaan lahan di Kabupaten Rembang yang paling dominan adalah untuk fungsi budidaya baik itu untuk kegiatan permukiman, pertanian maupun tegalan. Sedangkan untuk fungsi lindung mencakup luas wilayah sebesar 2,84% dari luas keseluruhan Kabupaten Rembang.

    Tabel Penggunaan Tanah di Kabupaten Rembang Tahun 2004

    No.
    Jenis Penggunaan
    Luas (ha)
    Persentase
    I Kawasan Lindung 1.Hutan 2.497,7 2,305 2.Bukan Hutan 11.412,64 10,534 II Kawasan Pemukiman 8.382 7,737 III Kawasan Industri 50 0,046 IV Kawasan Kumuh Perkotaan 768 0,709 V Lahan Produktif 85.133 78,577 VI Lahan Kritis 100 0,092 Jumlah 108.343,43 100

    Sumber : Profil Daerah Kabupaten Rembang Tahun 2005

    Sedangkan kawasan rawan bencana di Kabupaten Rembang meliputi kawasan rawan bencana banjir, kawasan rawan bencana tanah longsor dan rawan bencana angin topan. Persebaran lokasi rawan bencana secara umum merata di seluruh wilayah Kabupaten Rembang. Berdasarkan pada data dari Kantor Sosial Kabupaten Rembang kejadian bencana alam tertinggi terjadi pada tahun 1997,1999 dan 2003 masing-masing sebanyak 37 kasus, 23 kasus dan 22 kasus. Lokasi yang paling sering terjadi bencana adalah Kecamatan Pamotan, Kaliori dan Rembang.

    i. Pertanahan
    Jumlah tanah yang bersertifikat di Kabupaten Rembang sebanyak 94.477 tanah, dengan perincian sebagai berikut:
    - Hak Milik sebanyak 87.796
    - Hak Guna Bangunan sebanyak 3.925
    - Hak Pakai sebanyak 2.756
    Sedangkan jumlah tanah yang belum bersertifikat mencapai 343.646 tanah, dengan rincian:
    - Tanah wakaf sebanyak 521
    - Tanah Girik 343.125

    Tidak ada artikel yang berhubungan.

    0
    updown
    0 comments to the post
    Leave a comment